TES STIFIn DI MAN 1 PIDIE

Rabu, 09 Oktober 2019

Tes STIFIn ( Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling, dan Insting) adalah Tes Biometrik dengan melakukan scan ke sepuluh  ujung jari manusia. Mengapa dengan menggunakan sidik jari? Setiap manusia memiliki sidik jari yang berbeda dari orang lain. Tidak ada satupun manusia di muka bumi ini  yang memiliki sidik jari yang sama bahkan sekalipun anak kembar.  Keunikan ini membuat sidik jari  berperan sangat penting dalam proses mengidentifikasi data diri seseorang. Misalnya sidik jari yang sekarang ini dijadikan sebagai tanda kehadiran seorang pegawai atau pekerja di sebuah instansi. Sidik jari seseorang tidak bisa digantikan dengan sidik jari orang lain.

Dan, jauh sebelum ditemukannya scan sidik jari ini, Allah telah memberi gambaran dalam Al Quran bahwa sisik jari manusia menjadi sebagai tanda pengenal manusia. Dalam Q.S. Al-Qiyamah ayat 3_4, Allah menegaskan bahwa: Apakah manusia mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya? (Bahkan) Kami mampu menyusun (kembali) ujung jari- jarinya dengan sempurna. Setelah dikaji oleh para ilmuwan selama bertahun tahun, serta didukung oleh teknologi, barulah diketahui tentang pentingnya sidik jari ini, layaknya barang yang memiliki kode unik, maka sidik jari menjadi kode unik tersendiri bagi manusia.

Para siswa dan siswi MAN 1 Pidie mengikuti seminar tentang bagaimana mengenal kecerdasan serta manfaat dari mengenal kecerdasan diri. Seminar diisi oleh  Rizki Fakhrullah, Direktur STIFIn Aceh, dalam penyampaian materi nya beliau menjelaskan  perlunya siswa dan guru mengenal kecerdasan diri dan siswa. Bagi siswa, dengan memahami kecerdasannya akan mudah memilih cara belajar serta  lebih mudah dalam menentukan jurusan yang akan dipilih ketika kuliah nanti, sedangkan bagi guru, dapat memahami setiap potensi siswa serta lebih mengenal karakter setiap peserta didik. Sehingga guru akan menemukan keunikan keunikan dari setiap siswa yang dibimbingnya.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula utama MAN 1 Pidie selama dua jam. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan Tes STIFIn berupa tes sidik jari. Penggunaan tes ini lebih mudah dan efesien karena dalam hitungan menit siswa  mendapatkan hasil berupa jenis kecerdasan nya yang menghubungkan sidik jari dengan otak seseorang. Dilanjutkan dengan tanya jawab hingga berlangsung jam 17.00 wib. Antusiasme siswa yang mengikuti tes ini karena mereka seperti menemukan dirinya yang sesungguhnya. Tes ini dilakukan dengan berbayar yaitu Rp 350.000. Harga tersebut sangat terjangkau mengingat hasil yang didapatkan sangat akurat dan tidak berubah seumur hidup.

Tes STIFIn ini tidak hanya diikuti oleh beberapa siswa MAN 1 Pidie tapi juga guru, siswa SUKMA Bangsa dan Siswa SD dari Bireun secara pribadi, mereka datang melakukan tes ini karena mendapatkan info dari WA.(Nurainun)

Diantara manfaat melakukan tes STIFIn adalah, khusus untuk untuk para pelajar sangat recommended untuk pilihan jurusan kuliah & karir. Dengan mengetahui jenis kecerdasan akan sangat sedikit melakukan kesalahan dalam memilih jurusan di universitas atau perguruan tinggi.  Manfaat lainnya juga sebagai Metode pengasuhan orang tua, cara berkomunikasi & memahaminya, cara berinteraksi dengan orang lain, cara menjalankan bisnis sesuai potensi, mengetahui kekuatan & kelemahan diri, mengetahui kepribadian & potensi genetik,

mengetahui bakat, minat dan potensi dasar, prilaku, kepribadian, cara berfikir dan bertindak, kebutuhan dan cara memotivasi diri, cara belajar dan bekerja, mengetahui kekuatan jasmani & organ tubuh dan  masih banyak manfaat lainnya yang akan didapat dari tes sidik jari ini.

Melakukan tes sidik jari ini sangat mudah karena hanya mengandalkan jari jari saja, beda dengan tes kecerdasan lainya seperti kuisener atau paper test assessment yang hasilnya sangat ditentukan oleh mood, suasana hati, pikiran, pengaruh lingkungan dan sebagainya. Tes sidik jari ini juga bisa dilakukan sejak usia 3 tahun! Dan, secara empiris hasil tes stifin 95 persen akurat,  mereka yang telah di Tes STIFIn mengatakan Hasilnya sangat sesuai dengan dirinya, “kok bisa pas ya”, “kok bisa tahu ya” “ini Gue Banget” dan sebagainya. Selanjutnya dalam tulisan yang lain akan dipaparkan hasil beberapa tes siswa serta  testimoni mereka. (Nurainun)